Apa Itu Desil? Siapa yang Menentukan, dan Bisakah Diturunkan? Sebuah Cerita Tentang Data, Bukan Dugaan
Apa Itu Desil? Siapa yang Menentukan, dan Bisakah Diturunkan?
(Sebuah Cerita Tentang Data, Bukan Dugaan)
Suatu sore, di sebuah warung kopi sederhana, seorang bapak bertanya pelan:
“Kenapa saya tidak dapat bantuan, ya? Katanya saya di desil 6… itu siapa yang menentukan?”
Tidak ada marah, hanya bingung.
Dan mungkin… pertanyaan itu juga ada di pikiran banyak orang.
Mari kita jawab pelan-pelan, seperti sedang bercerita.
Apa Itu Desil? (Bukan Sekadar Angka)
Bayangkan seluruh masyarakat Indonesia berdiri dalam satu barisan panjang.
Dari yang paling kesulitan hidup…
hingga yang hidupnya sudah sangat mapan.
Lalu barisan itu dibagi menjadi 10 bagian sama besar.
Itulah yang disebut desil.
Secara sederhana:
👉 desil adalah pengelompokan masyarakat menjadi 10 tingkat berdasarkan kondisi ekonomi
- Desil 1 → paling miskin
- Desil 2 → miskin
- Desil 3 → hampir miskin
- Desil 4 → rentan miskin
- Desil 5 → pas-pasan
- Desil 6–10 → menengah ke atas
Dan penting dipahami:
desil bukan bantuan, tapi posisi dalam data kesejahteraan.
Kenapa Negara Menggunakan Desil?
Karena satu hal sederhana:
👉 bantuan tidak bisa dibagi ke semua orang sekaligus
Maka negara butuh cara untuk menentukan prioritas.
Dengan desil:
- yang paling membutuhkan → didahulukan
- yang sudah mampu → tidak lagi diprioritaskan
Bahkan dalam aturan terbaru:
👉 Desil 1–4 menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial
Siapa yang Menentukan Desil?
Nah, ini bagian yang sering disalahpahami.
Banyak yang mengira:
- RT yang menentukan
- desa yang menentukan
- atau bahkan “orang tertentu”
Padahal… bukan.
Desil ditentukan oleh sistem nasional bernama DTSEN
👉 DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional)
Dasarnya:
- Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025
DTSEN ini menggabungkan data dari:
- Kementerian Sosial
- Badan Pusat Statistik (BPS)
- Dukcapil
- Pemerintah daerah
Bagaimana Cara Menentukan Desil?
Bukan asal tebak.
Setiap keluarga dinilai dari banyak hal, seperti:
- Penghasilan
- Kondisi rumah
- Kepemilikan aset
- Akses pendidikan
- Akses kesehatan
- Jumlah tanggungan
Semua itu dihitung, lalu:
- Diberi skor kesejahteraan
- Diurutkan secara nasional
- Dibagi menjadi 10 kelompok (desil)
👉 Hasilnya bukan opini, tapi hasil pengolahan data besar
👉 Tujuannya agar lebih objektif dan adil
Jadi… Bisa Tidak Menurunkan Desil?
Ini pertanyaan paling sensitif.
Jawabannya:
👉 Bisa berubah, tapi bukan “diturunkan secara sengaja”
Karena desil bukan angka yang bisa diubah manual.
Cara yang Benar: Bukan Menurunkan, Tapi Memperbaiki Data
Kalau merasa tidak sesuai, yang bisa dilakukan adalah:
1. Perbaikan Data (Ini yang paling penting)
Jika data kamu tidak sesuai, misalnya:
- pekerjaan salah
- kondisi rumah tidak sesuai
- jumlah tanggungan tidak tercatat
👉 kamu bisa ajukan perbaikan data
2. Melalui Jalur Resmi
Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Aplikasi Cek Bansos Kemensos dilakukan secara mandiri oleh keluarga
- Kantor desa/kelurahan bukan menurunkan desil tapi memperbaiki data keluarga, data ekonomi dan mengajukan ulang kedalam data DTSEN. (SEKALI LAGI DESA TIDAK DAPAT MENURUNKAN DESIL)
👉 Pengajuan ini akan diverifikasi ulang oleh sistem
3. Menunggu Pemutakhiran Data
Data DTSEN diperbarui secara berkala
Artinya:
- kondisi ekonomi berubah → desil bisa ikut berubah
- data diperbaiki → hasilnya juga bisa berubah
Yang Perlu Dipahami (Ini Penting Banget)
Supaya tidak salah paham di masyarakat, kita luruskan:
❌ Desil bukan keputusan individu
Tidak ada satu orang yang menentukan.
❌ Desil bukan label “kaya” atau “miskin”
Ini hanya posisi dalam sistem data.
❌ Tidak bisa dimanipulasi
Karena berbasis data nasional dan verifikasi.
Penutup: Antara Data dan Rasa
Kembali ke cerita di warung kopi tadi…
Sebenarnya, bukan soal siapa yang salah.
Tapi soal kita belum memahami bagaimana sistem ini bekerja.
Desil dibuat bukan untuk:
- membedakan
- apalagi menyudutkan
Tapi untuk satu tujuan:
👉 agar bantuan sampai ke yang paling membutuhkan
Kalau ada yang tidak sesuai?
Bukan saling menyalahkan…
Tapi:
perbaiki datanya.
Sumber Referensi (Ringkas & Jelas)
- Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN
- Keputusan Menteri Sosial No. 79/HUK/2025 tentang Peringkat Kesejahteraan
- Penjelasan sistem desil oleh BPS dan Kemensos
- Integrasi data DTSEN (Kemensos, BPS, Dukcapil, Pemda)

Post a Comment