Aku Hanya Mengadu Pada Dunia Puisi Cinta Paling Sedih Karya D'carlos
Table of Contents
"AKU HANYA MENGADU PADA DUNIA"
D'carlos
Akankah aku siap
jika suatu hari nanti
luka yang sama datang kembali?
Aku tidak tahu.
Barangkali ia akan datang
pada waktu yang tidak pernah kupilih,
pada hari yang tidak pernah kuinginkan,
ketika aku merasa
telah cukup kuat untuk melupakan.
Sebab luka tidak pernah meminta izin
sebelum kembali mengetuk
pintu hati seseorang.
Namun ada sesuatu
yang perlu kau ketahui, wahai kekasihku.
Pernah suatu malam
aku terbangun dari tidur
karena memimpikanmu.
Dalam mimpi itu,
kau kembali.
Kau kembali ke pelukanku
seolah tidak pernah ada perpisahan,
seolah jarak tidak pernah menjadi alasan,
seolah waktu tidak pernah membawa
kita menjadi dua orang asing.
Aku memandangmu
dan untuk sesaat
aku percaya bahwa Tuhan
sedang mengembalikan sesuatu
yang pernah hilang dariku.
Namun ketika mataku benar-benar terbuka,
yang tersisa hanya langit-langit kamar,
gelap yang panjang,
dan kenyataan bahwa
kau tidak pernah benar-benar kembali.
Ternyata itu hanya ilusiku.
Hanya mimpi
yang terlalu pandai menyamar
menjadi kenyataan.
Aku tidak menghubungimu.
Tidak mengirim pesan.
Tidak memintamu pulang.
Aku hanya mengambil buku harianku
dan menuliskan semuanya di sana.
Tentang mimpi yang membuatku bahagia
selama beberapa detik.
Tentang kehilangan
yang kembali terasa
setelah aku membuka mata.
Tentang namamu
yang masih mampu membuat
sebuah malam terasa panjang.
Aku menulisnya
bukan untuk membuatmu kembali.
Aku menulis
karena suatu hari nanti
mungkin ingatanku akan melemah,
tetapi aku tidak ingin perasaanku
mati tanpa pernah menjadi saksi.
Maka akan kuabadikan semuanya
dalam tulisan.
Bukan agar kau membacanya hari ini.
Bukan pula agar kau merasa bersalah
atas apa yang pernah terjadi.
Aku hanya ingin suatu hari nanti,
jika takdir mempertemukanmu
dengan karya ini,
kau mengerti bahwa
pernah ada seorang lelaki
yang memikirkan kehilangan
jauh sebelum benar-benar
kehilanganmu.
Aku sudah memikirkan
bagaimana rasanya melihatmu bahagia
tanpa aku.
Aku sudah membayangkan
bagaimana rasanya mendengar namamu
disebut oleh orang lain.
Aku bahkan sudah mempersiapkan hati
untuk kemungkinan terburuk:
bahwa suatu hari nanti
kau akan menjadi seseorang
yang hanya bisa kucintai
melalui kenangan.
Dan jika semua itu benar-benar terjadi,
aku mungkin akan terluka.
Tetapi setidaknya
aku tidak akan mengatakan
bahwa aku tidak pernah siap.
Sebab jauh sebelum kehilangan itu datang,
aku sudah pernah kehilanganmu
di dalam mimpiku.
Malam ini aku hanya mengadu pada dunia.
Bukan kepadamu.
Aku tidak sedang memintamu kembali.
Aku hanya sedang menitipkan
perasaan yang terlalu berat
untuk kupendam sendirian.
Biarlah dunia yang membacanya.
Biarlah aksara yang menyimpannya.
Dan biarlah waktu
yang suatu hari nanti menjawab
mengapa sebuah cinta
harus berakhir menjadi tulisan.
Sebab mungkin,
ada perasaan yang tidak ditakdirkan
untuk kembali kepada pemiliknya,
tetapi ditakdirkan
untuk hidup lebih lama
di dalam sebuah karya.
Gresik, 20 2026
Baca Juga : Puisi-Puisi Karya Santoslbsdcarlos lainnya
***
Demikian Puisi tentang Cinta Paling Sedih yang menyentuh hati Karya D'carlos.
(Catatan Penutup)
Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...

Post a Comment