Merelakanmu adalah Luka Puisi Cinta Paling Sedih Karya D'carlos

Table of Contents
Merelakanmu adalah Luka Puisi Cinta Paling Sedih Karya D'carlos

"MERELAKANMU ADALAH LUKA"
D’carlos

Hai, kekasihku,

tahukah kau,
betapa kejamnya dunia kepada seorang lelaki
yang sejak awal tidak pernah diajari
bagaimana cara mencintai tanpa memiliki?

Aku kira cinta adalah tentang menggenggam,
tentang menjaga seseorang agar tetap tinggal,
tentang membuat dua nama
berjalan pada jalan yang sama sampai ujung.

Ternyata aku keliru.

Sebab ada cinta
yang justru mengajarkan seseorang
cara membuka genggaman,
meski telapak tangannya sendiri
terluka oleh sesuatu yang ia lepaskan.

Hai, kekasihku,

dunia tidak pernah membunuhku dengan tangan.

Ia hanya mengambilmu perlahan-lahan,
kemudian meninggalkan namamu
di setiap sudut yang pernah kita sebut rumah.

Sejak itu,
aku tahu bahwa seseorang tidak harus mati
untuk kehilangan kehidupan.

Cukup kehilangan orang
yang selama ini menjadi alasan
mengapa pagi terasa layak untuk ditunggu.

Hai, kekasihku,

tahukah kau bahwa alam semesta
seolah belum puas menguji kesabaranku?

Setelah mengajariku tentang kehilangan,
ia masih memintaku untuk tersenyum.

Setelah mematahkan sesuatu di dalam dada,
ia menyuruhku berjalan
seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Aku berjalan.

Bukan karena aku tidak terluka,
melainkan karena hidup tidak pernah berhenti
hanya untuk menunggu seseorang
menyembuhkan patah hatinya.

Lalu suatu hari,
aku melihatmu bersama seseorang.

Aku tidak tahu
mana yang lebih menyakitkan:

melihat tanganmu digenggam olehnya,
atau menyadari bahwa
aku tidak lagi memiliki hak
untuk meminta tangan itu kembali.

Pada saat itulah aku mengerti—

cinta ternyata bukan hanya tentang
siapa yang kita perjuangkan.

Kadang cinta adalah tentang
siapa yang akhirnya harus kita relakan
demi melihatnya bahagia,
meskipun kebahagiaan itu
tidak lagi membutuhkan kita.

Aku ingin membencimu.

Sungguh.

Namun bagaimana mungkin aku membenci
seseorang yang pernah menjadi
alasan paling indah
mengapa aku percaya kepada cinta?

Maka aku memilih diam.

Bukan karena perasaanku telah selesai,
tetapi karena aku mulai mengerti
bahwa tidak semua yang kita cintai
ditakdirkan untuk tinggal.

Barangkali,
kau memang bukan akhir dari perjalanan ini.

Barangkali kau hanya persinggahan
yang Tuhan kirimkan
untuk mengajariku satu hal
yang selama ini tidak pernah kupahami:

bahwa mencintai seseorang
tidak selalu berarti memilikinya.

Dan jika suatu hari nanti
aku benar-benar mampu tersenyum
ketika mendengar namamu,
jangan mengira aku telah melupakanmu.

Aku hanya sudah berdamai
dengan kenyataan bahwa
ada beberapa nama
yang tidak lagi boleh kita panggil pulang.

Hai, kekasihku,
pergilah.
Carilah bahagiamu
di tempat yang tidak lagi melibatkan namaku.

Sedangkan aku,
akan membawa luka ini
ke tempat yang paling sunyi
di dalam diriku.

Aku akan belajar hidup tanpamu.
Pelan-pelan.
Hari demi hari.

Sampai akhirnya aku mengerti
bahwa kehilanganmu
bukan akhir dari hidupku—

melainkan awal dari perjalanan
untuk menemukan diriku sendiri.

Sebab ternyata,
merelakanmu adalah luka
yang harus kupelajari sendiri cara menyembuhkannya.

Dan mungkin,
cinta paling dewasa
bukanlah ketika kita berhasil memiliki seseorang,

melainkan ketika kita mampu berkata:
“Aku masih mencintaimu,
tetapi aku tidak akan lagi memaksamu untuk tinggal."
Gresik 19 2026


***
Demikian Puisi tentang Cinta Paling Sedih yang menyentuh hati Karya D'carlos.

(Catatan Penutup)
Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...

Post a Comment